Azerbaijan Tuding Armenia Bidik Jalur Pipa Minyak


Dibaca: 2662 kali 
Kamis,15 Oktober 2020
Azerbaijan Tuding Armenia Bidik Jalur Pipa Minyak

BAKU -- Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Rabu (14/10), menuding Armenia mencoba menyerang pipa minyak dan gasnya. Sebaliknya, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menuduh Azerbaijan akan menduduki wilayah kantong Nagorno-Karabakh sepenuhnya. "Armenia mencoba menyerang dan mengambil kendali jalur pipa milik kami," kata Aliyev saat diwawancara televisi Turki, Haberturk. "Jika Armenia mencoba merebut kendali atas jalur pipa di sana, saya bisa katakan bahwa akibatnya akan berat bagi mereka."

 

Pada Rabu, kantor berita Rusia, Interfax, Rabu, melaporkan Aliyev menyatakan operasi militer di Nagorno-Karabakh akan berlanjut. 

Jalur pipa Azerbaijan menjadi urat nadi penjualan gas dan minyak hasil Azerbaijan ke pasar dunia. Tudingan atas serangan terhadap fasilitas tersebut ditampik Armenia. Pashinyan kemudian menuding Azerbaijan dan Turki tidak ingin menghentikan agresi mereka. Pashinyan dijadwalkan menyampaikan pidato nasional pada Rabu waktu setempat. 

 

Sejak Sabtu (10/10), gencatan senjata yang ditengahi Rusia di Nagorno-Karabakh telah retak. Gencatan senjata itu disepakati agar pasukan Armenia dan Azerbaijan dapat menukar tahanan dan pasukan yang tewas dalam pertempuran paling mematikan di Nagorno-Karabakh dalam lebih dari 25 tahun terakhir. Namun, Armenia dan Azerbaijan terus saling tuding sebagai pihak yang terlebih dulu melakukan pelanggaran. Direktur Regional Komite Palang Merah Internasional (ICRC) Eurasia Martin Schuepp mengatakan, gencatan senjata di zona konflik Nagorno-Karabakh harus dipatuhi. Dia merujuk pada banyaknya korban sipil yang terkena dampak di seluruh wilayah konflik.

 

"Hari ini kita berada lebih dari dua pekan dalam periode kekerasan yang intens karena konflik Nagorno-Karabakh meningkat. Kami memperkirakan ada ratusan ribu orang yang terkena dampak di seluruh wilayah," ujar Schuepp seperti dikutip laman Armen Press, Rabu. Nagorno-Karabakh adalah wilayah kantong yang berada di dalam Azerbaijan. Kesepakatan 1994 mengakui wilayah itu bagian Azerbaijan. Namun, mayoritas warganya beretnis Armenia dan cenderung lebih loyal pada Armenia. 

Sikap Rusia

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mendesak Armenia dan Azerbaijan menghormati gencatan senjata di Nagorno-Karabakh.  Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan hal itu dalam sambungan telepon dengan menteri pertahanan dua negara yang bertikai itu. Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, negaranya tidak menyetujui posisi Turki dalam sengketa wilayah Nagorno-Karabakh. 

 

"Kami tidak setuju dengan posisi yang disuarakan oleh Turki, yang juga beberapa kali diungkapkan oleh Presiden (Azerbaijan Ilham) Aliyev. Bukan rahasia bahwa kami tidak dapat menyetujui pernyataan bahwa solusi militer untuk konflik diperbolehkan,” kata Lavrov dalam wawancara dengan stasiun radio lokal pada Rabu (14/10).  Turki diketahui mendukung Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh. Sedangkan, Armenia memiliki kesepakatan pertahanan dengan Rusia. (rep)


Akses radarbisnis.co.id Via Mobile m.radarbisnis.co.id
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Jl. Seroja Pekanbaru
TELP / HP : 081268162022 / 081276277120
Email: radarbisnisnews@gmail.com