Apakata Direktur Utama Pegadaian Sunarso,

Tren produk menjelang Ramadan itu tetap emas.


Dibaca: 6255 kali 
Selasa,17 April 2018
Tren produk menjelang Ramadan itu tetap emas. Ilustrasi Emas (net)

RADARBISNIS.CO.ID - Bulan Ramadan membawa berkah bagi bisnis gadai. Biasanya permintaan pembiayaan dari gadai naik saat bulan puasa dan Lebaran. PT Pegadaian (Persero) menyatakan, bisnis gadai emas masih menjadi andalan perseroan selama periode tersebut.

"Tren produk menjelang Ramadan itu tetap emas. Kita 90 persen masih emas, tetapi kita akan perbanyak jenis barangnya," ungkap Direktur Utama Pegadaian Sunarso di kantor cabang Pegadaian Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia menjelaskan biasanya masyarakat memanfaatkan momen jelang lebaran untuk mencari tambahan pendapatan dengan menggadaikan atau gadai emas.

"Awal bulan puasa, untuk modal (usaha) biasanya. Itu bukti bahwa bisnis pergadaian mendukung bisnis, bukan melulu orang kepepet ke Pegadaian. Bulan puasa kalau demand-nya makanan minuman naik, maka butuh modal kerja, dan mereka ke Pegadaian," ujar Sunarso.

Lebih jauh Sunarso berharap kondisi perekonomian yang mulai membaik dapat turut mendongkrak bisnis gadai tahun ini.

"Ya kami berharap tahun ini lebih bagus ya, tahun ini kan kalau kita bisnis mulai mengeliat, harga komoditas naik, harga minyak naik. Kalau harga minyak naik, itu bisa baik juga lho, karena harga komoditas naik memicu pertumbuhan," ujarnya.

Selain itu, Sunarso bilang perseroan bakal terus mendorong pertumbuhan bisnis nongadai, seperti kredit mikro nongadai, bisnis perhotelan, dan penjualan emas. Sebab, potensi pengembangan bisnis non-gadai masih cukup besar. Saat ini perbandingan porsi bisnis gadai dan non-gadai adalah 90:10.

"Kemarin (2017) outstanding pembiayaan Rp 36,9 triliun. Yang nongadai baru Rp 3,5 triliun. Artinya Pegadaian masih punya potensi yang besar untuk meningkatan bisnis non-gadai, baru sekitar 10 persen," katanya.

Dia mengungkapkan, Pegadaian menargetkan pada akhir 2023 , porsi antara bisnis gadai dan nongadai akan menjadi 50:50.

"Jadi kalau gadai kita ingin tumbuh dua kali lipat selama lima tahun, kalau non-gadai kita ingin empat kali lipat dalam lima tahun, jadi (bisnis non-gadai) harus dua kali lipat, infrastrukturnya lagi kita siapkan," ujar dia.

"Akhir tahun nanti kita ingin (perbandingan) 86 persen gadai, 14 persen nongadai. Nanti di 2023, Pegadaian ingin 50:50," tandas Sunarso. (lpt6)

 


Akses radarbisnis.co.id Via Mobile m.radarbisnis.co.id
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Jl. Seroja Pekanbaru
TELP / HP : 081268162022 / 081276277120
Email: radarbisnisnews@gmail.com